Mereka bilang aku anak bungsu, anak kecil yang harusnya cukup tinggal di rumah, ikut aturan, membantu keluarga, dan melupakan mimpi yang terlalu tinggi di langit sana. Tapi mereka tak tahu […]
Category: Puisi
Dalam Diam Kita Membanding
Kita menimbang wajah dan gelar, di timbangan yang tak pernah benar. Entah siapa yang membuatnya, tapi kita percaya seolah tak ada pilihan. Kita lupa, cukup bukan soal jumlah, melainkan damai […]
Belajar Melepas, Bukan Mengabaikan
Tak semua air mata perlu alasan untuk jatuh Tak semua air mata perlu kau jemput dengan jemarimu Ada hal yg datang hanya untuk lewat Peran kita bukan memaksa, hanya menyambut […]
CSSMoRA UNUSIA Adalah Rumahku Di Perantauan
Di sudut kota yang tak kukenal namanya dulu, kutinggalkan kampung, rinduku tak bertepi, menyusuri jejak ilmu dengan langkah ragu, tapi langit-Nya tetap teduh, menuntunku ke sini. Kota sibuk, asing […]
Sunyi Tanpa Arah
Aku masih kecil waktu kau pergi, Tak sempat bilang ‘ jangan dulu, ayah’ Dunia belum ku kenal, tapi kehilangan sudah kutahu sejak awal. Anak-anak lain bercerita tentang pelukan, Tentang […]
Kesadaran Palsu (III) – Pemulihan
aku tak lagi menunggu jawaban dari siapa-siapa, karena aku telah menjadi perempuan yang cukup dengan tanya dan jawab dari diriku sendiri. aku berdamai, dengan caraku mencinta, caraku kecewa, caraku pulih […]
Kesadaran Palsu (II) – Kesadaran Diri
setelah keheningan yang tak lagi hangat, setelah tatap yang menjauh, dan makna yang memudar. aku sadar: kesamaan kita ternyata hanya serpih bayang, yang luluh ketika diuji terang. aku sempat mengira, […]
Kesadaran Palsu (I) – Luka
pola pikirku, kau pertanyakan cara gerakku, kau perbincangkan seolah setiap langkahku adalah perkara yang harus kau uraikan di ruang yang hanya kau nilai dari luar. rupanya kala itu, kau hendak […]
Bulan Tak Pernah Bertanya Apakah Malam Kesepian
Bulan tak pernah bertanya, apakah malam merasa sepi. Ia hanya datang setia menemani, tanpa suara, tanpa syarat, cukup dengan cahayanya yang tak sempurna, tapi tetap menenangkan. Begitu pula hati-hati yang […]
“Belajar Merasa, Baru Bicara Adil”
Jika ingin adil, belajarlah memahami, bukan sekadar menimbang kata di kepala, tapi menyelami luka yang tak terlihat mata. Jika ingin memahami, belajarlah merasakan, bukan hanya mengangguk pada logika, tapi menggigil […]