Jika ingin adil, belajarlah memahami,
bukan sekadar menimbang kata di kepala,
tapi menyelami luka yang tak terlihat mata.
Jika ingin memahami, belajarlah merasakan,
bukan hanya mengangguk pada logika,
tapi menggigil bersama derita yang tak kau alami.
Namun kini,
orang ingin adil tanpa rasa,
ingin menghukum tanpa bertanya,
ingin menang tanpa mendengar jeritan semesta.
Mereka bicara keadilan
dengan suara yang dingin dan dingin,
hingga bahkan binatang yang tak tahu apa-apa
ikut diseret dalam drama manusia.
Seekor kucing yang hanya lapar,
seekor anjing yang hanya takut,
dibawa seperti pelaku,
padahal mereka hanya diam… dan diam.
Kita terlalu cepat menunjuk,
terlalu lambat meraba,
padahal keadilan tanpa rasa
adalah pedang tanpa arah
tajam, tapi membabi buta.
Maka mari…
sebelum kita bicara benar dan salah,
belajarlah mendengarkan suara yang tak bersuara,
merasakan luka yang tak tampak,
mengerti sebelum mengadili.
Sebab mungkin,
yang paling adil di antara kita
adalah yang paling diam
yang hanya tahu merasakan.
