Kesadaran Palsu (I) – Luka

pola pikirku, kau pertanyakan
cara gerakku, kau perbincangkan
seolah setiap langkahku adalah perkara yang harus kau uraikan di ruang yang hanya kau nilai dari luar.

rupanya kala itu,
kau hendak menyelami apa yang tak kasat mata
menelusuri celah pikirku
menggenggam kata demi kata
yang lahir dari bacaanku dan lukaku.

ku sampaikan padamu:
hasil renunganku, serpih pemahamanku
ku buka diriku, bukan untuk dihakimi
tapi untuk ditemukan, dalam kesetaraan sunyi

dan ketika akhirnya,
kita berdiri di satu garis yang sama
dalam rasa, dalam cerita, dalam luka.
aku kira: ini ruang pulang yang tak akan mengusir siapa-siapa.

namun ternyata,
kesamaan itu hanyalah senja yang singkat warnanya,
sebentar lagi malam dan kau berubah rupa

di waktu yang berbeda,
aku bertemu dirimu dalam wajah lain.
manusia yang tak lagi mendengar tapi mengulang,
mereka yang kau kritik
kini hidup dalam caramu memandang.

apa yang salah dariku?
mengapa aku kembali menjadi objek yang kau teliti, bukan teman seperjalanan lagi?

apakah dulu kau hanya ingin tahu?
atau sejak awal itu hanya kesadaran palsu?

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *