Kesadaran Palsu (III) – Pemulihan

aku tak lagi menunggu jawaban dari siapa-siapa,
karena aku telah menjadi perempuan yang cukup dengan tanya dan jawab dari diriku sendiri.

aku berdamai,
dengan caraku mencinta, caraku kecewa, caraku pulih
dan semua luka yang dulu dianggap remeh,
kini menjadi jalan menuju versi terbaik diriku.

tak lagi kuhabiskan malam menebak
mengapa kau berubah(?)
atau mengapa aku selalu jadi yang disangkal(?)

aku tak lagi ingin tahu,
sebab luka bukan teka-teki
dan penyembuhan tak menunggu klarifikasi.

kini aku berjalan,
dengan hati yang telah belajar batas
dengan langkah yang tak lagi digiring oleh pujian semu
dengan kepala tegak, bukan karena tak pernah jatuh
tapi karena aku tahu: aku bisa bangkit, sendiri pun jadi.

jika esok kita bertemu,
kau mungkin tak mengenali diriku yang kini
karena aku telah memilih untuk utuh,
bukan karena diselamatkan
tapi karena aku memutuskan:
cukup aku yang tahu rasanya dibentuk, dihancurkan, dan dibentuk ulang oleh kecewa.

dan dari semua itu,
aku bukan lagi puing.
aku adalah bentuk yang baru:
kuat, sadar, dan tak tergantung pada siapa pun untuk membenarkan keberadaannya.

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *