
Belajar Melepas, Bukan Mengabaikan
Tak semua air mata perlu alasan untuk jatuh Tak semua air mata perlu kau jemput dengan jemarimu Ada hal yg datang hanya untuk lewat Peran kita bukan memaksa, hanya menyambut

Tak semua air mata perlu alasan untuk jatuh Tak semua air mata perlu kau jemput dengan jemarimu Ada hal yg datang hanya untuk lewat Peran kita bukan memaksa, hanya menyambut

Di sudut kota yang tak kukenal namanya dulu, kutinggalkan kampung, rinduku tak bertepi, menyusuri jejak ilmu dengan langkah ragu, tapi langit-Nya tetap teduh, menuntunku ke sini. Kota sibuk, asing

Aku masih kecil waktu kau pergi, Tak sempat bilang ‘ jangan dulu, ayah’ Dunia belum ku kenal, tapi kehilangan sudah kutahu sejak awal. Anak-anak lain bercerita tentang pelukan, Tentang
aku tak lagi menunggu jawaban dari siapa-siapa, karena aku telah menjadi perempuan yang cukup dengan tanya dan jawab dari diriku sendiri. aku berdamai, dengan caraku mencinta, caraku kecewa, caraku pulih
setelah keheningan yang tak lagi hangat, setelah tatap yang menjauh, dan makna yang memudar. aku sadar: kesamaan kita ternyata hanya serpih bayang, yang luluh ketika diuji terang. aku sempat mengira,
pola pikirku, kau pertanyakan cara gerakku, kau perbincangkan seolah setiap langkahku adalah perkara yang harus kau uraikan di ruang yang hanya kau nilai dari luar. rupanya kala itu, kau hendak