
MERANTAU: LANGKAH YANG MENYISAKAN RINDU
Merantau bukan sekedar pergi jauh dari rumah. Tetapi adalah sebuah perjalanan dan pengalaman menaklukan dunia dengan bekal doa dari orang tua. Ia adalah sebuah luka yang disembunyikan di balik senyum

Merantau bukan sekedar pergi jauh dari rumah. Tetapi adalah sebuah perjalanan dan pengalaman menaklukan dunia dengan bekal doa dari orang tua. Ia adalah sebuah luka yang disembunyikan di balik senyum

Ayah, aku masih mengingat punggungmu yang selalu pergi sebelum matahari naik, dan pulang saat dunia sudah mulai tidur. Tak ada peluk di pagi hari, tak ada dongeng sebelum tidur. Hanya

Tak semua air mata perlu alasan untuk jatuh Tak semua air mata perlu kau jemput dengan jemarimu Ada hal yg datang hanya untuk lewat Peran kita bukan memaksa, hanya menyambut

Jalan berliku tanpa tujuan, langkah-langkah gontai menapak keraguan, secercah harapan membalut hati yang sendu, bagai kompas patah, enggan menunjuk arah waktu. Sunyi membungkam dalam riuh dunia, saat raga dipenuhi bising

Mereka bilang aku anak bungsu, anak kecil yang harusnya cukup tinggal di rumah, ikut aturan, membantu keluarga, dan melupakan mimpi yang terlalu tinggi di langit sana. Tapi mereka tak tahu

Kita menimbang wajah dan gelar, di timbangan yang tak pernah benar. Entah siapa yang membuatnya, tapi kita percaya seolah tak ada pilihan. Kita lupa, cukup bukan soal jumlah, melainkan damai