Puisi

CSSMoRA UNUSIA Adalah Rumahku Di Perantauan

Di sudut kota yang tak kukenal namanya dulu, kutinggalkan kampung, rinduku tak bertepi, menyusuri jejak ilmu dengan langkah ragu, tapi langit-Nya tetap teduh, menuntunku ke

Puisi

Sunyi Tanpa Arah

Aku masih kecil waktu kau pergi, Tak sempat bilang ‘ jangan dulu, ayah’ Dunia belum ku kenal, tapi kehilangan sudah kutahu sejak awal.   Anak-anak

Kesadaran Palsu (III) – Pemulihan

aku tak lagi menunggu jawaban dari siapa-siapa, karena aku telah menjadi perempuan yang cukup dengan tanya dan jawab dari diriku sendiri. aku berdamai, dengan caraku

Kesadaran Palsu (II) – Kesadaran Diri

setelah keheningan yang tak lagi hangat, setelah tatap yang menjauh, dan makna yang memudar. aku sadar: kesamaan kita ternyata hanya serpih bayang, yang luluh ketika

Kesadaran Palsu (I) – Luka

pola pikirku, kau pertanyakan cara gerakku, kau perbincangkan seolah setiap langkahku adalah perkara yang harus kau uraikan di ruang yang hanya kau nilai dari luar.