Sabtu, 2 Mei 2026 • Aula Lantai 3 UNUSIA • CSSMoRA Training Center (PSDM CSSMoRA) Takut salah. Takut ditertawakan. Takut suara bergetar saat berbicara di depan banyak orang. Perasaan-perasaan kecil […]
Category: Berita
Berani Keluar dari Zona Nyaman, Satriani Raih Best Group di International Youth Connection Batch 4
Kisah Satriani dalam memperluas pengalaman global, belajar disiplin, dan membawa semangat pengabdian untuk CSSMoRA UNUSIA Tak semua keberanian dimulai dari rasa percaya diri yang penuh. Kadang, keberanian justru lahir dari […]
Konstitusi Di Tengah Genangan Banjir Dan Ujian Tanggung Jawab Negara
Banjir besar yang melanda berbagai wilayah di Indonesia khususnya di wilayah Sumatra tidak hanya menggenangi dan merusak pemukiman warga, lebih jauh dari itu menyebabkan kerusakan dalam berbagai aspek. Mulai dari […]
Perkembangan Islam Di nusantara
pertama kali masuk ke Nusantara pada abad ke-7 Masehi melalui jalur perdagangan, dan sejak itu berkembang menjadi agama mayoritas di wilayah ini. Sejarah Masuknya Islam Islam mulai masuk ke Nusantara sekitar abad ke-7 M melalui para pedagang Muslim dari Arab, Persia, dan India. Proses ini berlangsung secara damai, di mana para pedagang tidak hanya membawa barang dagangan tetapi juga ajaran Islam. Beberapa pelabuhan strategis seperti Barus di Sumatra dan Gresik di Jawa menjadi titik awal penyebaran Islam. Wikipedia+1 Kerajaan Islam Pertama Kerajaan Islam pertama yang dikenal di Nusantara adalah Kerajaan Samudera Pasai, yang didirikan pada abad ke-13 M. Kerajaan ini berperan penting dalam penyebaran Islam di Aceh dan sekitarnya, dengan raja pertamanya, Malik as-Saleh, yang aktif dalam dakwah Islam. Tirto.ID+1 Proses Penyebaran Penyebaran Islam di Nusantara tidak hanya melalui perdagangan, tetapi juga melalui interaksi sosial dan budaya. Para ulama dan Wali Songo memainkan peran penting dalam mengislamkan masyarakat, menggunakan pendekatan budaya lokal dan media seni untuk menyampaikan ajaran Islam. Sarung BHS+1 Teori Masuknya Islam Ada beberapa teori mengenai kapan dan bagaimana Islam masuk ke Nusantara. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa Islam sudah ada sejak abad ke-7, sementara yang lain menyebutkan abad ke-11 hingga ke-13 sebagai periode penting dalam perkembangan Islam di wilayah ini. Teori yang paling banyak diterima adalah bahwa Islam mulai berkembang nyata di Nusantara pada abad ke-13 M, didukung oleh bukti arkeologis dan catatan perjalanan para penjelajah asing. Pengaruh Islam di Nusantara Islam telah menjadi bagian integral dari budaya dan identitas masyarakat Nusantara. Selain membentuk jaringan perdagangan, Islam juga mempengaruhi pendidikan, seni, dan politik di wilayah ini. Organisasi-organisasi Islam modern seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah terus berperan dalam pembangunan sosial dan pendidikan di Indonesia. Dengan demikian, perjalanan Islam di Nusantara adalah proses yang kompleks dan berkelanjutan, yang telah membentuk sejarah dan budaya masyarakat di wilayah ini hingga saat ini.
MENJAGA ARSIP,MERAWAT PERADABAN:KIPRAH ANRI DALAM MELESTARIKAN JEJAK ISLAM DI TENGAH KELUARGA
Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar kegiatan sosialisasi layanan preservasi arsip untuk mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Jumat (1/8/2025) di Jakarta. Kegiatan ini […]
Menelusuri Jejak Memori Bangsa: Kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia
Kunjungan kami ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) membuka ruang perenungan tentang bagaimana sebuah bangsa merawat ingatannya. Bukan hanya tentang menyimpan dokumen-dokumen lama, tetapi tentang menjaga nyawa sejarah agar tetap […]
Silaturahmi Penuh Arti: CSSMoRA Lintas Kampus Berbagi Cerita di UNUSIA
Gedung B Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Jakarta, menjadi saksi hangatnya kebersamaan dalam kegiatan Anjangsana Silaturahmi CSSMoRA yang digelar pada Minggu, 1 Juni 2025. Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan CSSMoRA […]
Ketika Kemanusiaan Mati di Tangan Kita Sendiri
“Di pasar mangu, Kecamatan ngemplak, Boyolali, tempat orang-orang mencari rezeki dan nafkah, seorang nenek paruh baya kepergok mencuri dua kilogram bawang putih. Nilainya tidak sampai seratus ribu rupiah. Tapi reaksi […]