MENJAGA ARSIP,MERAWAT PERADABAN:KIPRAH ANRI DALAM MELESTARIKAN JEJAK ISLAM DI TENGAH KELUARGA

Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) menggelar kegiatan sosialisasi layanan preservasi arsip untuk mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA), Jumat (1/8/2025) di Jakarta. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran generasi muda akan pentingnya pelestarian arsip keluarga sebagai bagian dari jejak sejarah peradaban Islam di Nusantara.

Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh dua pemateri dari ANRI, yaitu Bapak Azwar dan Bapak Anwar. Keduanya memaparkan berbagai strategi dan metode pengelolaan arsip yang efektif agar tahan lama dan mudah diakses. Tim Humas ANRI juga turut hadir sekaligus bertugas menyambut rombongan dan menyiapkan perlengkapan kegiatan kunjungan.

Rombongan mahasiswa SPI UNUSIA didampingi oleh dua dosen, yakni Kaprodi SPI Bapak Fuadul Umam, M.Him dan Sekretaris Kaprodi SPI Bapak Alanuari. Kehadiran mereka menegaskan pentingnya kegiatan ini bagi penguatan kompetensi mahasiswa di bidang pengelolaan sumber sejarah, khususnya yang berkaitan dengan warisan peradaban Islam.

Dalam paparannya, Bapak Azwar menjelaskan langkah-langkah pengelolaan arsip keluarga, mulai dari identifikasi, penataan, penyimpanan, alih media atau backup digital, hingga kesiapsiagaan menghadapi bencana. Menurutnya, arsip yang dikelola dengan baik tidak hanya memudahkan urusan administrasi, tetapi juga menjadi sumber data sejarah yang berharga.

Bapak Anwar menambahkan, banyak arsip keluarga yang ternyata memiliki nilai sejarah tinggi, terutama bagi umat Islam. Misalnya, dokumen tanah wakaf, catatan pendirian masjid, surat-surat perjalanan haji, hingga foto-foto kegiatan dakwah tempo dulu. Semua itu bisa menjadi bukti otentik perkembangan Islam di Indonesia.

ANRI juga memaparkan ancaman yang dapat merusak arsip, seperti kelembaban tinggi, suhu ekstrem, paparan cahaya berlebih, serangan rayap, bencana alam, hingga kelalaian manusia. Foto-foto arsip yang rusak akibat banjir dan kebakaran menjadi contoh nyata betapa rapuhnya dokumen jika tidak dirawat dengan baik.

Sebagai solusi, ANRI menyediakan layanan LARASKA (Layanan Restorasi Arsip Keluarga) secara gratis bagi masyarakat yang arsipnya rusak akibat bencana. Melalui layanan ini, arsip seperti akta kelahiran, ijazah, sertifikat tanah, dan dokumen penting lainnya dapat diperbaiki sehingga tetap layak simpan.

Mahasiswa juga diperkenalkan pada konsep preservasi preventif dan kuratif. Preservasi preventif dilakukan untuk mencegah kerusakan dengan penyimpanan yang benar, sedangkan kuratif adalah perawatan arsip yang sudah mulai rusak agar usianya lebih panjang.

Para dosen pendamping menegaskan bahwa pemahaman ini sangat relevan dengan studi SPI. Menurut Bapak Fuadul Umam, arsip adalah pintu masuk untuk mengungkap fakta sejarah, termasuk peran ulama, pedagang, dan tokoh masyarakat dalam membentuk peradaban Islam di Nusantara. Bapak Alanuari menambahkan bahwa penguasaan keterampilan preservasi arsip akan memudahkan mahasiswa dalam penelitian sejarah, terutama saat berhadapan dengan sumber primer seperti surat-surat kuno atau naskah keagamaan.

Dalam sesi diskusi, mahasiswa aktif bertanya mengenai cara mengamankan arsip berharga di tengah risiko bencana alam. ANRI menekankan pentingnya memiliki salinan digital dan menyimpan arsip di tempat yang aman dari kelembaban dan hama.

Rombongan juga diajak melihat langsung proses pengelolaan arsip statis di ANRI, mulai dari akuisisi, pengolahan, akses, hingga preservasi. Pengalaman ini memberikan gambaran nyata bagaimana arsip dikelola secara profesional hingga bisa dimanfaatkan peneliti dan masyarakat umum.

Selain itu, mahasiswa mendapat wawasan tentang penyusutan arsip, yaitu proses memilah arsip aktif, inaktif, hingga statis atau pemusnahan jika sudah tidak bernilai guna. Penjelasan ini membantu mereka memahami siklus hidup arsip dari awal hingga akhir.

Kunjungan ini diakhiri dengan pesan dari ANRI agar mahasiswa SPI terus mengasah keterampilan mengelola arsip dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pelestarian dokumen keluarga. Dengan begitu, jejak peradaban Islam akan tetap terjaga dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang.

Kegiatan ini membuktikan bahwa pengelolaan arsip bukan hanya urusan administrasi, melainkan bagian penting dari menjaga memori sejarah bangsa. Terutama bagi mahasiswa SPI, keterampilan ini adalah modal berharga untuk melestarikan dan meneliti warisan peradaban Islam yang menjadi bagian tak terpisahkan dari sejarah Indonesia.

OLEH MARDIA

 

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *