Rindu yang Tak Bernama

Kudekap dirimu dalam hening,
tanpa suara, tanpa temu.
Namun bayangmu selalu menetap,
mengendap dalam relung yang paling bisu.

Angan yang tak pernah kugapai,
justru menjulang—menyesakkan dada.
Rembulan pun tersipu malu,
saat matamu memeluknya
dengan kehangatan yang pernah untukku.

Sunyi malam berbicara lirih,
membisikkan namamu pada dinding sepi.
Jarak ini tak pernah lelah,
meski waktu terus menari,
tak jua mampu menepis rindu yang tak bernama

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *