Di Sudut Hati yang Tak Terjamah

Di sudut hati yang paling sunyi,

tempat cahaya kebenaran tak pernah sampai,

pertanyaan demi pertanyaan tumbuh dalam diam —

“mengapa?” dan “untuk apa?”

mengiringi setiap jejak perjalanan yang terasa asing.

Luka-luka lama kembali terbuka,

menggores perlahan dinding kesabaran yang mulai rapuh.

Ia menjalar, seperti racun yang tak terdeteksi,

menggerogoti sisa kewarasan yang coba kupertahankan dengan sisa tenaga.

Tersudut. Terluka. Tersebar.

Begitulah rasa ini menguasai —

diam, namun menyakitkan.

Menetap di ruang yang tak terlihat,

namun tak pernah benar-benar hilang.

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *