Suara Hati Ibu Untukmu, Anakku

Anakku…

Kau adalah nyawa yang dulu kutitipkan pada langit,

lalu kuterima dengan tangis dan peluk yang gemetar

sejak itu, tak ada lagi aku,

yang ada hanya kamu… segala tentangmu.

 

Anakku…

Saat kau jatuh, hatiku luruh

meski bibirku tersenyum agar kau tetap tegar.

Aku relakan lelah, luka, dan air mata,

asal kau bisa berjalan tanpa beban dunia yang sama.

 

Kau tak perlu minta maaf untuk diam,

karena seorang ibu tahu…

bahkan saat anaknya tak bersuara,

tubuhnya bicara, matanya berkata, jiwanya berbisik.

 

Aku tahu lelahmu,

aku dengar tangismu di tengah sunyi malam

karena pernah aku berada di situ,

di usia yang sama, di keresahan yang serupa.

 

Anakku…

Jangan sesali jika kau belum bisa membalas semuanya.

Tak ada balasan bagi cinta yang lahir dari rahim;

karena mencintaimu bukan hutang,

tapi bagian dari takdirku yang paling indah.

 

Jika suatu saat aku tak lagi bisa memelukmu,

percayalah, doaku akan tetap bersamamu:

menyelimuti langkahmu, menjaga mimpimu,

dan mengantarkanmu pulang… meski tanpa arah pulang itu sendiri.

 

Aku hanya ingin kau tahu,

tak ada yang lebih kusyukuri dari melihatmu tumbuh,

meski tak selalu mudah…

kau adalah jawaban dari setiap tangisku dulu di sepertiga malam.

 

Jadi teruslah melangkah,

dan bila dunia terasa berat,

ingatlah selalu ada cinta seorang ibu

yang tak pernah jauh dari jantungmu sendiri.

 

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *