Relevansi Organisasi bagi Mahasiswa Gen Z DI Era Modern

Menjadi seseorang Mahasiswa bukanlah hal mudah, namun bisa dipermudah jika kita mau untuk menjalaninya dengan baik. Caranya, kita sebagai mahasiswa harus menjalankan kewajiban kita sebagai mahasiswa dengan semestinya. Menjadi `mahasiswa jangan hanya sebatas mahasiswa biasa. Kita harus mengikuti arus pergaulan kampus tentunya pergaulan di kampus bisa dimaknai dengan berorganisasi, namun apakah berorganisasi masih relevan bagi mahasiswa pada zaman sekarang?
Sebelum kita terjun ke pembahasan  tentang kerelevansian organisasi bagi mahasiswa, perlu kita tahu pengertian organisasi dan keorganisasian itu apa?
Organisasi adalah entitas sosial terstruktur yang terdiri dari individu atau kelompok individu yang berkolaborasi untuk mencapai tujuan bersama. Perusahaan, institusi, dan kelompok dengan batasan dan struktur yang jelas dapat dianggap sebagai organisasi. Organisasi biasanya memiliki visi dan tujuan yang menghasilkan pencapaian tujuan tertentu, sedangkan keorganisasian adalah cara sebuah organisasi mengatur, merencanakan, dan mengimplementasi-kan sumber daya yang dimilikinya untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Aspek manajemen organisasi mencakup berbagai elemen, termasuk perencanaan strategis, pengambilan keputusan, pengelolaan sumber daya manusia, keuangan, serta operasional.(Setyanto et al., 2024) Singkatnya Organisasi adalah wadah berkumpulnya orang-orang, sedangkan keorganisasian adalah seluruh kegiatan dan proses yang dilakukan oleh anggota organisasi untuk menjalankan organisasi dengan baik. Keorganisasian tidak hanya berhubungan dengan jabatan atau struktur, tetapi juga meliputi perencanaan, pengolahan, dan penilaian kegiatan organisasi. Melalui keorganisasian, setiap bagian dalam organisasi dapat bekerja secara terarah dan saling mendukung.
Tujuan berorganisasi ialah untuk mengatur dan mengoordinasikan sumber daya serta tugas secara sistematis agar setiap individu memahami peran dan tanggung jawabnya. Dengan adanya pembagian tugas yang jelas ini, pekerjaan dapat dilakukan secara terarah, tidak tumpang tindih, dan juga saling melengkapi.
Melalui organisasi, setiap anggota dapat bekerja sama sesuai kemampuannya masing-masing. Sehingga proses pengambilan keputusan menjadi lebih mudah dan pelaksanaan kegiatan berjalan efektif. Selain itu juga, organisasi membantu terciptanya efisiensi waktu, tenaga, dan biaya karena semua kegiatan itu direncanakan serta diawasi dengan baik. Pada akhirnya tujuan bersama dapat dicapai secara optimal dengan kerja sama yang terstruktur dan terkoordinasi.
Organisasi dibagi menjadi lima bagian!
1. Organisasi Intra Kampus yang diakui oleh kampus seperti BEM, HIMA dan lainnya.
2. Organisasi Ekstra Kampus, yaitu organisasi yang berada di luar lingkup kampus seperti CSSMoRA, PMMI, dan lainnya.
3. Organisasi Sosial, ini mencakup pencapai dan tujuan bersama dalam kehidupa masyarakat.
4. Organisasi Sukarelawan, organisasi ini membantu sesama atau kepentingan sosial tanpa mengutamakan keuntungan pribadi, seperti relawan kesehatan dan lainnya.
5. Kelompok Studi, organisasi  yang mendiskusikan suatu bidang ilmu atau topik tertentu secara bersama-sama guna menambah pengetahuan dan pemahaman.
Kemudian untuk menemukan organisasi yang relevan dengan kita, kita juga harus tahu bagaimana cara untuk memilih organisasinya. Cara untuk memilih organisasi itu ada tiga, yakni organisasi yang sesuai dengan fashion/ hobi/ minat, organisasi yang sesuai dengan bidang studi/akademik, kemudian organisasi yang sesuai dengan latar belakang kita. Dengan pemilihan yang penuh dengan pertimbangan dan sesuai dengan caranya, maka kita dapat menemukan organisasi yang relevan dengan kita. Lantas bagaimana jikalau kita sudah bergabung di sebuah organisasi dan ternyata kita menemukan bahwa organisasi itu tidak relevan dengan kita padahal kita sudah kita sudah benar dalam menentukan organisasi apa yang akan kita masuki, di sinilah peran kita dalam membangun relevansinya, jangan ketika kita tahu tidak relevansinya kemudian kita langsung memutuskan untuk keluar, jangan!, melainkan kita menetap untuk memperbaiki dan membangun kerelevansian organisasi itu.
Namun, dalam berorganisasi juga sering muncul fenomena kelompok dalam kelompok (circle). Hal ini umumnya sering terjadi karena adanya rasa nyaman antar individu yang berada dalam kelompok, rasa nyaman ini terbentuk karena adanya rasa memiliki kesamaan, baik dari segi pemikiran, latar belakang, frekuensi interaksi, maupun tujuan pribadi. Hal ini membuat individu tersebut lebih sering berkomunikasi dan bekerja sama dengan kelompok kecil dibandingkan dengan seluruh anggota organisasi.
Kondisi ini sebenarnya wajar dalam dinamika sosial terkhusus dalam berorganisasi, namun hal ini dapat menjadi permasalahan apabila menimbulkan sikap eksklusif, kurangnya keterbukaan, serta menurunnya solidaritas organisasi secara keseluruhan. Kelompok-kelompok kecil yang tidak solid dapat memicu kesenjangan komunikasi, munculnya rasa keterlibatan, hingga konflik internal. Akan tetapi hal ini dapat di perbaiki idengan menumbuhkan rasa profesionalitas pada setiap individu, boleh saja kita bercilcle namu saat melaksanakan tugas organisasi harus mengedepankan rasa profesionalitas.
Organisasi masih relevan bagi mahasiswa Gen Z?
Menurut Ahmad Rubayu (Senior CSSMoRA, dalam kegiatan RTL KTPT CSSMoRA UNUSIA, 2025) pada zaman sekarang mahasiswa Gen Z kebanyakan tidak mau berorganisasi karena merekan menganggap organisasi tidak relevan, dan kebanyakan lebih minat pada komunitas.
Memang di era saat ini (Gen Z) banyak mahasiswa yang mulai mempertanyakan relevansi organisasi kampus. Tidak sedikit yang menganggap bahwa organisasi yang membuang waktu, mengganggu akademik, atau tidak memberikan manfaat nyata bagi masa depan. Akibatnya, muncul kecenderungan mahasiswa memilih fokus pada perkuliahan, pekerjaan sampingan, atau pengembangan diri secara individual tanpa terlibat dalam organisasi.
Padahal, jika dipahami secara tepat, keorganisasian memiliki peran penting dalam membentuk karakter, keterampilan, dan kesiapan mahasiswa menghadapi dunia kerja maupun kehidupan sosial. (Handika Surbakti, 2025)
Dapat disimpulkan organisasi masih relevan bagi mahasiswa Gen Z apabila dijalankan dengan proses keorganisasian yang adaptif dan profesional. Anggapan bahwa organisasi tidak relevan muncul akibat sistem yang kaku, pengalaman negatif, serta pergeseran minat mahasiswa ke arah komunitas yang lebih fleksibel. Oleh karena itu, organisasi perlu berbenah agar mampu menjadi ruang pengembangan karakter, keterampilan, dan kesiapan mahasiswa menanggapi masa depan.  coba rangkum tanpa mengubah kata katanya.

DAFTAR PUSTAKA

Maghfirah, N. (2022). Pengertian organisasi. Dalam Manajemen Kompensasi. Repository Universitas Muhammadiyah Surabaya

Rubayu, A.(2025). Keterangan dalam kegiatan RTL KTPT CSSMORA UNUSIA.

Surbakti, H.(2025). Keterangan dalam kegiatan RTL KTPT CSSMORA UNUSIA.

Setyanto, E., Hidayat, R. T., & Diyah, I. A. (2024). Manajemen Organisasi. Ruang Karya.

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *