Merantau bukan sekedar pergi jauh dari rumah.
Tetapi adalah sebuah perjalanan dan pengalaman menaklukan dunia dengan bekal doa dari orang tua.
Ia adalah sebuah luka yang disembunyikan di balik senyum manis.
Dan rindu yang disimpan di antara kendaraan atau debu jalanan kota.
Seseorang yang merantau tahu bahwa hidup tak selalu ramah.
Ia belajar bangun dari kegagalan tanpa pelukan hangat seoarang ibu.
Ia belajar kuat saat sakit, tanpa bisikan kecil ayah yang berkata “sabar ya, Anak.”
Ia makan dengan tenang, tetapi ada kursi kosong di sampingnya yang terus mengingatkan dirinya pada rumah.
Di balik canda dan tawa yang dikirimkan lewat pesan suara,
Ada air mata yang di tahan agar orang tua di rumah tak khawatir akan dirinya.
Di antara gelas kopi yang habis di tengah malam,
Ada perjuangan dan keinginan yang tak terlihat, demi impian yang tidak bisa di tunda.
Seseorang yang merantau tahu, rumah bukan hanya sekedar tempat tinggal,
Tetapi rumah adalah suara ibu di ujung telepon.
Rumah juga adalah kiriman doa ayah di setiap subuhnya,
Dan harapan yang diselipkan di setiap transfer uang meski tak banyak.
Merantau, membuat seseorang akan tumbuh,
Bukan hanya soal dewasa, tetapi juga tahu arti pulang yang sebenarnya.
Bukan juga sekedar kembali ke tempat dimana ia lahir
Tetapi, kembali dengan segala pencapaian, agar ia bisa berkata:
“mak, pak, ini bukan tentang aku berhasil atau gagal…….tetapi tentang aku tak pernah lupa dari mana aku mulai.”
