CSSMoRA: Representasi Jargon “Loyalitas Tanpa Batas” Dalam Sistem Organisasi

Pada dasarnya, organisasi merupakan suatu sistem kontrol yang bekerja dan memiliki beberapa sasaran yang harus dicapai dengan mengambil sebuah keputsan ataupun tindakan yang diterapkan individu yang ada di organisasi untuk mencapai tujuan-tujuan yang dituju. Setiap organisasi tentu memiliki sistem dan tatanan pengelolaannya masing-masing yang bertujuan untuk mengorganisir jalannya organisasi agar tetap berada pada jalurnya. Sistem dan tatanan pengelolaan organisasi idealnya diatur oleh undang-undang tertinggi dalam organisasi yang disebut Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga, atau biasa disingkat AD/ART. AD/ART sebagai fundamnetal nol mengatur segala aspek dalam tatanan organisasi, mulai dari tujuan, fungsi, asas, visi-misi, mekanisme kerja, hingga hak dan kewajiban anggota. Sehingga, setiap langkah dan keputusan yang diambil tidak boleh bertentangan dengan AD/ART.

 

CSSMoRA sebagai Organisasi Mahasantri

CSSMoRA atau Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs sebagai organisasi yang mewadahi para mahasantri penerima Program Beasiswa Santri Berprestasi atau PBSB dari Kementrian Agama RI dan Lembaga Pembiyaan Dana Pendidikan Kementrian Keungan RI juga memiliki sistem atau tatanan pengelolaan organisasi yang diatur dalam AD/ART dan GBHO. GBHO atau Garis-garis Besar Haluan Organisasi sendiri juga merupakan salah satu landasan pergerakan atau pedoman yang memberikan arahan dalam garis-garis besar sebagai penjabaran visi organisasi.

Dalam sejarahnya, CSSMoRa lahir dari dinamika pemikiran para pencetusnya, yang tidak lain merupakan mahasantri penerima beasiswa PBSB. PBSB sendiri adalah program beasiswa fully funded yang dimulai pada tahun 2005 oleh Kementrian Agama RI untuk memfasilitasi para santri unggul lulusan pesantren di seluruh Indonesia untuk meneruskan studi di tingkat perguguran tinggi. Dua tahun setelah pengoperasian beasiswa PBSB, yaitu pada tahun 2007 diadakan temu nasional mahasantri PBSB di Hotel Grand Lembang, Bandung. Temu nasional saat itu bertepatan dengan acara silaturahmi dan pembinaan peserta program PBSB Kemenag RI. Para mahasantri penerima beasiswa PBSB kemudian merumuskan berdirinya organisasi Community of Santri Scholars atau yang disingkat CSS. Pada Musyawarah Nasional pertama di Klaten, tanggal 13-14 Juli 2008, penamaan CSS kemudian resmi diubah menjadi CSSMoRA atau Community of Santri Scholars of Ministry of Religious Affairs, sesuai dengan permintaan Kementrian Agama RI, agar organisasi mencerminkan keterkaitan antara organisasi yang menghimpun penerima beasiswa PBSB dengan Kementrian Agama RI sebagai pemberi beasiswa.

Dalam logo CSSMoRA, keterkaitan antara santri penerima beasiswa PBSB dengan Kemenag RI direpresentasikan dalam warna dasar logo yaitu hijau dan kuning. Sedangkan unsur santri digambarkan dalam bentuk peci hitam pada huruf ‘S’ pertama, yang merupakan singkatan dari kata santri itu sendiri. Peci hitam pada logo CSSMoRA digambarkan agak merosot kebelakang sehingga memperlihatkan jambul depan, hal tersebut mengingatkan pada identitas santri yang sering dianggap ‘ndheso’. Selanjutnya, terdapat unsur prestasi yang digambarkan dengan topi toga pada huruf ‘S’ kedua, yang merupakan singkatan kata scholars

 

yang berarti prestasi itu sendiri. Selain itu topi toga tersebut juga merepresantasikan santri yang sedang menempuh pendidikan di perguruan tinggi yang kelak diharapkan bisa menjadi sarjana.

CSSMoRA adalah organisasi yang berdasar pada Pancasila, Islam dan kepesantrenan, kekeluargaan, profesionalitas, serta Tri Dharma Perguruan Tinggi. Organisasi ini bersifat interdependen dengan Kementrian Agama RI dan bebas dari politik praktis, sehingga memiliki visi yang hanya fokus pada “Terciptanya anggota CSSMoRA yang berorientasi pada keilmuan, pengembangan dan pemberdayaan pesantren, serta pengabdian masyarakat”. Visi tersebut kemudian berusaha diwujudkan melalui beberapa misi, di antaranya; 1) Mengamalakan Tri Dharma Perguruan Tinggi. 2) Merawat persatuan dan kesatuan antar anggota CSSMoRA. 3) Membentuk kader CSSMoRA yang memiliki nilai-nilai dasar CSSMoRA. 4) Mengembangkan bakat dan minat dari anggota CSSMoRA. 5) Mengembangkan jejaring organisasi.

Dalam pengembangan kegiatan organisasi dan pengambilan keputusan, CSSMoRA berlandaskan pada paradigma Kritis, Kolaboratif, dan Progresif. Kritis, yaitu mampu mendorong kemampuan berpikir analitis, kritis, dan sloutif dalam menghadapi tantangan. Sedangkan kolaboratif, yaitu mengutamakan kerja sama dan sinergi antara anggota dan pihak eksternal demi mencapai tujuan bersama. Dan progresif, yaitu berkomitmen pada perubahan positif dan inovasi untuk kemajuan organisasi dan masyarakat.

Hak dan Kewajiban Anggota CSSMoRA

AD/ART sebagai landasan utama organisasi CSSMoRA, tentu juga mengatur hak dan kewajiban dari setiap anggotanya. Hak adalah sesuatu yang harus dan berhak diperoleh anggota dalam organisasi, sedangkan kewajiban adalah sesuatu yang harus dan wajib ditunaikan anggota terhadap organisasi. Dalam Anggaran Rumah Tangga CSSMoRA, hak dan kewajiban anggota diatur dalam BAB 1, Bagian Dua, Pasal 3 dan 4, yaitu anggota aktif CSSMoRA memiliki hak:

  1. Hak berpendapat dalam musyawarah dan forum resmi CSSMoRA
  2. Hak memilih dan dipilih dalam pemilihan pengurus CSSMoRA
  3. Hak untuk terlibat, mendapat informasi terkait kegiatan dan kebijakan CSSMoRA
  4. Hak untuk mendapat informasi dan berpartisispasi dalam program dan kegiatan CSSMoRA sesuai dengan ketentuan yang
  5. Hak mendapatkan kaderisasi, bimbingan, pelatihan, dan pembinaan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sedangkan untuk anggota pasif CSSMoRA memiliki hak:

  1. Hak berpendapat dalam forum resmi CSSMoRA
  2. Hak untuk mendapatkan informasi terkait kegiatan, dan peraturan CSSMoRA yang berlaku.

Sedangkan untuk kewajiban sendiri, tidak ada pembedaan antara anggota aktif dan anggota pasif CSSMoRA yaitu:

  1. Menjunjung dan menaati segala ketentuan AD/ART CSSMoRA serta peraturan yang berlaku pada
  2. Menjaga dan memelihara nama baik CSSMoRA
  3. Membayar iuran wajib bagi anggota aktif berdasarkan nominal yang telah disepakati.

Jargon Loyalitas Tanpa Batas Sebagai Representasi CSSMoRA

Pada umumnya, setiap organisasi mempunyai slogan atau jargon yang menggambarkan identitas atau ciri khas utama dari organisasi tersebut, sehingga mempererat kebersamaan dan kekompakan antar sesama anggota. Di dalam organisasi CSSMoRA sendiri, terdapat jargon “Loyalitas Tanpa Batas”, yang bukan hanya sebatas kalimat khas yang sudah menjadi identitas CSSMoRA di masyarakat, tetapi merupakan representasi dari nilai-nilai yang ada di dalam sistem organisasi yang berlandaskan kekeluargaan. Selayaknya keluarga, sikap loyal terhadap organisasi dan sesama anggota tentu dijunjung tinggi sehingga menciptakan suasana yang harmoni dalam organisasi.

Dalam visinya, CSSMoRA berkomitmen untuk menciptakan anggota yang berorientasi pada  keilmuan,  pengembangan  dan  pemberdayaan  pesantren,  serta  pengabdian  pada masyarakat. Visi tersebut kemudian berusaha diwujudkan dengan membentuk misi-misi optimis yang menggambarkan ke-loyalitas-an CSSMoRA. Pada misi pertama misalnya, Mengamalakan Tri Dharma Perguruan Tinggi (Pendidikan, Penelitian, dan Pengabdian). Poin tersebut sangat pas dengan visi CSSMoRA yang menekankan pada orientasi keilmuan dan pengabdian masyarakat. Pengabdian pada masyarakat sendiri adalah bentuk loyalitas yang berusaha di wujudkan melalui kader-kader CSSMoRA. Selanjutnya, nilai loyalitas yang ditekankan pada hubungan antar sesama anggota tercermin pada misi kedua, yaitu, Merawat persatuan dan kesatuan antar anggota CSSMoRA. Pada misi ini, diharapkan sikap loyal kepada sesama anggota, khususnya senior ke junior dapat terlaksana, sebab dengan adanya rasa loyal, maka persatuan dan kesatuan itu akan terbentuk dan menjadikan sebuah organisasi berjalan dengan lancar. Selanjutnya pada misi ketiga, “Membentuk kader CSSMoRA yang memiliki nilai-nilai dasar CSSMoRA”. Pada misi ini kembali ditekankan, bahwa kader harus sesuai dengan nilai-nilai dasar CSSMoRA yang berasaskan Pancasila, Islam dan kepesantrenan, kekeluargaan, profesionalitas, serta Tri Dharma Perguruan Tinggi. Begitupun dalam paradigmanya. Kader CSSMoRA harus sesuai dengan paradigma atau dasar-dasar kerangka berfikir CSSMoRA, yaitu kritis, kolaboratif, dan progresif.

Selanjutnya misi terakhir CSSMoRA, yaitu “Mengembangkan bakat dan minat dari anggota CSSMoRA”. Misi ini merupakan hubungan timbal balik antara organisasi dan anggotanya. Artinya, dalam CSSMoRA yang loyal tidak hanya anggota kepada organisasi, tetapi organisasi pun loyal kepada anggotanya. Loyalitas organisasi kepada anggotanya terepresentasi pada sistem organisasi berbentuk misi yang menekankan pada fokus pengembangan bakat dan minat dari anggota CSSMoRA, sehingga organisasi memberikan ruang kepada para anggota untuk tumbuh dan mengembangkan semua bakat dan minatnya.

Sehingga para anggota dapat merasakan arti penting suatu organisasi, yaitu organisasi sebagai wadah untuk mengembangkan diri. Hal ini yang biasanya luput dari perhatian sebagian orang, yang beranggapan bahwa organisasi tidak lebih dari sekadar tempat untuk membuang waktu. Padahal dalam organisasi kita bisa mengembangkan potensi yang dimiliki, membangun jejaring, serta melatih rasa tanggung jawab kita. Dan yang terpenting dengan berorganisasi kita bisa berdampak untuk orang lain. Hal tersebut secara individu dapat penulis rasakan. Dengan berorganisasi kemampuan dalam berkomunikasi, berfikir kritis, serta soft skill semakin berkembang, juga banyaknya relasi atau jejaring yang terbangun selama bergabung dalam organisasi. Maka dari itu, penulis berusaha mengimplementasikan nilai-nilai yang didapatkan dari materi ke-CSSMoRA-an dalam kehidupan sehari-hari berupa sikap loyalitas yang dijadikan sebagai prinsip utama dalam hubungan antar sesama anggota, organisasi, dan pengadian masyarakat. Sehingga pada intinya, jargon “Loyalitas Tanpa Batas” tidak hanya menjadi ciri khas semata bagi CSSMoRA, tetapi benar-benar merepresentasikan sikap loyalitas tersebut dalam segala aspek organisasi, baik dari visi-misi, nilai dasar, hingga paradigma organisasi.

Referensi

Aanggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga CSSMoRA

stikomah, I. (2020). Implementasi Sistem Organisasi Pada Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 1 Merangin. IDARAH: Jurnal Pendidikan dan Kependidikan, 4(1), 1-14.

https://cssmora.org/ https://cssmorauinmaliki.wordpress.com/about/sejarah-singkat/

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *