Aku tahu, kadang hidup terasa berat.
Kadang dunia terasa tidak adil.
Kita bertanya, “Kenapa aku?”
“Kenapa aku yang harus menghadapi semua ini?”
Aku pun pernah merasakan itu.
Pernah berpikir bahwa Allah tidak adil.
Pernah merasa dunia ini jahat kepadaku.
Tahun 2022, saat aku di pesantren, aku menjabat sebagai OPDM. Tapi justru saat itu aku
banyak melakukan kesalahan: memukul, menyogok, kabur dari pesantren.
Akhirnya aku diskors satu bulan.
Saat orangtuaku tahu, mereka tidak marah. Mamaku hanya menangis, dan ayahku hanya
berkata,
“Setiap malam ikut Ayah ngaji.”
Saat itu aku merasa hancur. Aku sadar: aku telah melukai hati mereka. Aku merasa menjadi
anak durhaka.
Aku bertanya-tanya, “Kenapa aku diuji seberat ini?”
Namun pelan-pelan aku mengerti:
Allah tidak pernah salah memberi ujian.
Cobaan itu bukan untuk menghancurkan kita, tapi untuk menguatkan dan memperbaiki kita.
Motivasi kadang datang dari nasihat,
Tapi sering kali, motivasi terbesar datang dari peristiwa pahit yang menyadarkan kita.
Aku belajar:
Allah memberikan ujian karena Allah tahu kita kuat.
Allah sayang sama kita.
Allah ingin mengangkat derajat kita.
Jangan salahkan Allah. Jangan bertanya kenapa.
Tapi bertanyalah:
“Apa yang harus aku perbaiki dalam diriku?”
Kita diuji dengan kemiskinan – untuk belajar sabar.
Kita diuji dengan kesedihan – untuk lebih dekat dengan Allah.
Kita diuji dengan kegagalan – untuk belajar bangkit.
Dunia ini hanya tempat ujian. Segalanya adalah titipan.
Yang penting, jangan pernah putus asa.
Allah tidak akan membiarkan kita sendirian.
Allah selalu bersama kita lebih dekat dari urat leher kita.
Dan ingatlah:
Kalau kamu merasa ujiannya berat, itu karena Allah tahu hanya kamu yang sanggup
menghadapinya.
Bahkan aku iri pada kalian karena kalian begitu kuat.
Semangat, teman-temanku.
Kalian luar biasa.
Allah bersama kita.
