Senandung Duka di Batas Waktu

Tatkala kesunyian malam tiba,

lirih tangisan pilu mengalun dari sosok yang menggenggam erat jemari sang penenun kasih.

Dari kejauhan ada yang terpaku terdiam,

menyaksikan sosok tercinta terbaring kaku di ranjang

penuh deru monitor, ventilator, dan infus yang setia menemaninya.

Dulu, pagi selalu mengusung canda dan tawa;

kini malam menghantar harapan tipis agar senyum itu kembali,

mengusir gelap yang merajai ruang sunyi.

 

Doa dan lantunan surat Yâsîn dipanjatkan di samping raganya,

menanti keajaiban dalam ketidakpastian.

Tepat pukul 01.00, ia berpulang menghadap Sang Pencipta.

Hati bergemuruh dalam gejolak panjang,

seakan waktu berhenti berputar.

Wahai Sang Khāliq….

Limpahkanlah tempat terbaik bagi jiwanya yang penuh kasih,

dan satukan kami dalam rahmat-Mu selamanya.

Share the Post:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *